Showing posts with label MAGELANG. Show all posts
Showing posts with label MAGELANG. Show all posts

Taraveela, Bisnis Besar dari Purworejo

Taraveela, Bisnis Besar dari Purworejo

Taraveela adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Travel & Tour. Yang melayani pembelian Tiket Pesawat domestik dan luar negeri seluruh tujuan. Juga banyak sekali produk layanan yang bisa dilayani oleh Taraveela. Dan kini, Taraveela membuka peluang untuk membuka Agen Tiket Pesawat dan Travel-Tour. Taraveela memberikan kemudahan dalam menjalankan bisnis Travel & Tour ini. Juga didukung penuh dengan jaringan Agen/Distributor dari mitra Taraveela di seluruh Indonesia.

------------------------------------------------------
Di sekitar Anda belum ada agen penjualan TIKET PESAWAT?
Atau di sekitar Anda belum ada loket pembayaran multi-fungsi?
Taraveela adalah distributor resmi PT. MMBC, pelopor bisnis Travel & Tour di Indonesia dengan ribuan jaringan di seluruh Indonesia.
TARAVEELA menyediakan sistem/software untuk melayani TIKET PESAWAT dan juga loket multi fungsi (PPOB).
Mari bergabung bersama kami! JADI AGEN TIKET PESAWAT TANPA RIBET!

Selain tiket pesawat dalam dan luar negeri, masih ada produk/layanan yg bisa Anda jual:
1. Tiket Pesawat
2. Tiket Kereta Api
3. Voucher Hotel
4. Paket Umroh
5. Tiket Dufan & WaterBoom
6. Paket Tour Domestik & Internasional
7. Pulsa Elektric
8. Token Listrik
9. Pembayaran PDAM, Telkom, PLN, Leasing, Tv Langganan
10. Tiket Bioskop XXI
11. SISTEM AGENSI (ID sistem untuk dijual kembali - khusus distributor)
12. Voucher Game Online

Sistem kami bukan MLM. Kami menggunakan sistem franchise!

Kelebihan dari bergabung dengan sistem MMBC melalui TARAVEELA

-System Reservasi Online 24 Jam.
-Melihat jadwal keberangkatan.
-Melihat jumlah kursi yang tersedia.
-Melihat harga tiket.
-Mencari tiket promo.
-Booking dan Issued Tiket Sendiri.
-Print tiket sendiri.
-Harga Tiket Pesawat Resmi Maskapai.
-Anda bisa membuka counter penjualan tiket dimana saja.
-Anda bisa menggunakan Nama Travel sendiri di dalam system reservasi airlines.
-Transaksi tiket pesawat dan layanan lain bisa menggunakan SMS.




TARAVEELA membukan 3 paket untuk bergabung:
  1. DISTRIBUTOR UNLIMITED > bisa menjual semua layanan plus bisa menjual kembali ID sistem, bisa mencari agen/distributor sebanyak-banyaknya.
  2. DISTRIBUTOR LIMITED > bisa menjual semua layanan plus bisa menjual kembali ID sistem, bisa mencari agen/distributor dalam jumlah yang terbatas.
  3. AGEN > hanya bisa menjual layanan.

Fasilitas yang diberikan kepada Agen/Distributor:
1. Legalitas perusahaan/ijin usaha sudah disiapkan.
2. Sertifikat penunjukan resmi sebagai Agen/Distributor
3. Garansi bimbingan & konsultasi gratis kapan saja dilayani
4. Fee/komisi langsung dari sistem
5. Full support dari tim Agen/Distributor seluruh Indonesia!
6. Training penggunaan dan operasional sistem. Bisa dilakukan via online dan di kantor Taraveela.
7. Training menjalankan semua bisnis dan memasarkan semua layanan.
GARANSI BIMBINGAN SAMPAI SUKSES menjalankan seluruh BISNIS.


Bonus Komisi & Keuntungan Agen - Distributor (Langsung dari sistem)
1. Komisi Tiket Pesawat 1,9% s/d 3,3% per kode boking.
2. Komisi pembayaran lising adira,FIF,dll Rp. 2.000 per struk
3. Komisi Tiket Kereta Api Rp. 3.500 per Kode Boking.
4. Komisi Kamar Hotel Rp. 20.000 Per/Kode boking
5. Komisi Pulsa : Langsung (ditentukan sendiri)
6. Komisi Pembayaran listrik/telepon Rp. 2.000 per struk
7. Komisi pembayaran BPJS Kesehatan Rp. 3.500 per struk
8. Komisi Tours domestik min Rp. 50.000,-
9. Komisi Tours Umroh/Haji Plus s/d Rp. 1.750.000,-
10. Komisi Tiket Dufan 20% Harga Tiket.
11. Komisi Tiket XXI Rp. 5000,-
12. KOMISI REGISTRASI AGEN/DISTRIBUTOR BARU 100 % milik Distributor.

PERSYARATAN MINIMAL:
- Punya smartphone dan koneksi internet
- Rekening bank

3 Langkah menjemput kesuksesan dengan bisnis ini:
1. Isi Formulir registrasi online
2. Bayar biaya registrasi (bisa diangsur)
3. Jalankan bisnis sembari belajar

BIAYA REGISTRASI SESUAI dengan PROMO yang berlaku. Untuk info promo biaya registrasi, silahkan invite BBM kami 51726959.

Ingin konsultasi lebih lanjut, langsung saja hubungi kami:
H. Landy T. Abdurrahman, Lc
(Owner Taraveela, Konsultan Bisnis Travel & Tour)
WA/Sms +6285700002296 | Sms/call 08131282780
BBM 51726959
Fb: Taraveela Ticketing
Atau bisa langsung ke kantor Taraveela di:
Jl. Let.jend. Suprapto no 30 Purworejo. (Tuksongo, belakang pasar Suronegaran)
Kunjungi juga website resmi Taraveela: www.taraveela.com


Arung Jeram untuk Pemula di Magelang

Arung Jeram untuk Pemula di Magelang
Bagi pecinta arung jeram, musim kemarau adalah musim yang menyedihkan. Akan tetapi ada trip arung jeram yang dapat dilalui dalam segala musim, yaitu trip sungai Elo. Selain kali Progo, Magelang juga dilalui oleh kali Elo. Walau kalah seru dibanding arung jeram di kali Progo, menyusuri keindahan kali Elo dapat menjadi obat tersendiri bagi pecinta wisata air.

Arung Jeram Kali Elo
Rute yang diambil mulai dari bawah jembatan Blondo yang juga merupakan starting point dari semuaOperator Arung Jeram yang memandu di sungai Elo.
Sebelum naik perahu peserta diberikan briefing singkat tentang cara menggunakan perlengkapan mulai dari helm, rompi pelampung serta dayung tak lupa cara menggunakan dayung tersebut. Walau jalur sungai elo terbilang aman, pemandu juga memberikan briefing singkat tentang penanganan pada kecelakaan. Peserta wajib melapor kepada pihak operator apabila menderita penyakit khusus, seperti astma, jantung dan sebagainya.
Peserta tidak diperkenankan membawa peralatan lain, kecuali obat atau barang penting setelah mendapat izin dari pemandu. Untuk barang-barang tersebut, pihak operator telah menyediakan drybag, yaitu sebuah tas anti air.
Trip ini menempuh jarak sekitar 10 km dan akan memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam, dan berakhir di sekitar daerah Sawitan. Sebuah perahu dapat diisi oleh 4 orang dewasa dan satu pemandu, jika ada anak-anak maka akan disesuaikan dengan berat tubuh serta keseimbangan perahu.
Wisata Kali ELo
Selama perjalanan, tidak ada kesempatan sekalipun untuk peserta merasa bosan. Disamping pemandangan yang indah, peserta juga dihibur oleh pemandu yang ramah. Sesekali pemandu melempar canda atau mengarahkan perahu sedemikian rupa untuk membuat suasana ceria.
Ragam fauna di sungai Elo tidak banyak, mungkin karena warna air yang kehijauan membuat ikan didalam tidak terlihat. Pemandangan yang mencolok adalah banyaknya laba-laba air di sekitar tepian sungai, juga sesekali terlihat biawak di bebatuan, ada diantaranya yang berukuran sepanjang satu lengan orang dewasa.
Elo Rafting
Ada tempat-tempat  tertentu yang aman untuk bermain air, biasanya ditandai dengan perahu terbalik atau permainan yang dibuat oleh pemandu. Peserta yang panik biasanya akan berteriak minta tolong hingga akhirnya mereka sadar kalau berada di air yang dangkal. Jika peserta menggunakan 2 atau lebih perahu biasanya diadakan lomba antar tim pada jarak tertentu, dan masih ada lagi permainan yang lain.
Anda yang hobi “SELFIE” jangan khawatir, pihak Progo Rafting sudah menyediakan tim fotographer khusus untuk membidik aksi anda. Pemandu akan memberikan aba-aba kapan harus berpose dan jeram mana yang paling bagus untuk berfoto, peserta hanya cukup menyiapkan senyum dan pose seheboh mungkin.
Selfie Arung Jeram
Walau tidak sebesar jeram Progo, ada sekitar 5 jeram di sungai Elo yang terbilang seru bagi pemula, dan ini bisa dibilang warming up atau pengenalan bagi peserta sebelum mencoba arung jeram di sungai Progo. Disini peserta juga dapat mempelajari bagaimana melepaskan perahu jika terjebak bebatuan mengarahkan perahu dan lainnya.  Disini dimungkinkan karena kondisi medan yang tergolong aman bagi pemula, dan peserta masih mendapat arahan dari pemandu secara santai.
Pada pertengahan perjalanan peserta dapat kesempatan istirahat, walau sepertinya tidak ada yang merasa capek. Sesi istirahat ini digunakan untuk kesempatarn bercengkrama antar peserta, tanya jawab,  foto-foto, serta menikmati Es kelapa muda dan makanan ringan di tepian sungai.
Setelah kemudian melewati beberapa jeram, sampailah peserta pada alur sungai yang menyempit. Peserta dianjurkan turun dari perahu dan mengikuti arus sungai dengan mengandalkan gaya mengapung. Jalur penghabisan ini cukup panjang dan mengasyikkan. Peserta seperti mengikuti alur waterboom, tapi kali ini di sungai.
Trip arung jeram kali Elo ini diakhiri ketika air sungai terasa dangkal dan peserta sudah tidak dapat hanyut lagi, pemandu menepikan perahu sebagai tanda akhir dari wisata air yang menyenangkan ini.
Ayo berwisata ke daerah karesidenan Kedu! Wonosobo yang asri, Temanggung yang selalu bersenyum, Magelang dengan sejuta bunganya, Kebumen yang selalu beriman, dan Purworejo yang tetap berirama.
---------------------------------------
Ingin tahu lebih banyak lagi seputar wisata dan kuliner di karesidenan Kedu? Ikuti terus fan page Wisata Kedu! Dijamin keren!
Salam hangat dari tanah Kedu!

Baca juga:
SUMBER: Magelang Online.com
Photo by Google

Nikmatnya Berendam di Candi

Candi Umbul



Candi Umbul adalah situs purbakala berupa pemandian air panas yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini dibangun sejak zaman Wangsa Syailendra, dan sampai sekarang sisa-sia peninggalannya masih tetap dilindungi dan dijadikan salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Magelang.

Lokasi
Candi ini terletak di desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Untuk dapat mencapai objek wisata ini, bila mengendarai mobil dari arah Semarang, pengunjung dapat mengambil jalan ke kiri sebelum Kecamatan Pringsurat, Temanggung. Sekitar 400 meter akan langsung sampai di lokasi. Sedangkan apabila dari arah Yogyakarta, pengunjung dapat mengambil jalan ke kanan di pertigaan Desa Krincing (sebelah utara Secang) ke arah Grabag, kemudian mengikut papan penunjuk arah menuju Candi Umbul.

Sejarah
Asal-usul penamaan Candi Umbul berasal dari kata umbul (bahasa Jawa) karena sumber air yang keluar dari dasar kolam selalu menyembul serupa gelembung-gelembung, atau yang di masyarakat Jawa disebut ''mumbul'' (naik). Kolam di situs ini terbagi menjadi dua tempat. Yang pertama (terletak di bagian atas) merupakan kolam air panas,g mengandung belerang. Sedangkan kolam kedua (lebih rendah) berisi air dingin. Keseluruhan dinding kolam terbuat dari lapisan-lapisan batu andesit. Pada zamannya, kolam ini merupakan tempat pemandian para putra-putri bangsawan.


Sejumlah batuan situs berjejer di tepian kolam menggambarkan berbagai relief tumbuhan, binatang, dan stupa bagian puncak candi. Dan secara keseluruhan candi ini masih menampakan nuansa sejarahnya. Keberadaan umpak (pondasi) yang terdapat di setiap sudut dasar kolam merupakan tiang penyangga atap pelindung. Sedangkan batuan lain berbentuk lingga datar merupakan alas duduk untuk bersemadi para ksatria.

Dari relief dan beberapa petilasan bentuk lingga dan yoni di beberapa titik, membuktikan bahwa Candi Umbul merupakan candi bercorak [[Hindhu]]. Jika menilik sejarah perkembangan Kerajaan Mataram Kuno, kemungkinan besar candi ini dibangun oleh Dinasti Sanjaya yang beragama Hindhu. Tidak banyak ciri bangunan candi yang tersisa di area Candi Umbul saat kini. Namun demikian di dalam kolam terdapat beberapa batu ''umpak'' berbentuk ''lingga'' yang datar di permukaan bagian atasnya. Di samping sebagai patirtan (tempat mandi), sangat dimungkinkan keberadaan landasan batu umpak berbentuk lingga tersebut dulunya dipakai sebagai alas tempat duduk untuk bertapa kungkum atau bertapa rendam para ksatria pada masa lalu.


Yang unik dari kolam pemandian Candi Umbul adalah tidak adanya bau belerang seperti layaknya sumber air panas di objek wisata air panas lainnya. Sehingga pengunjung dapat sepuasnya berendam di tempat itu tanpa menanggung risiko. Namun belerang yang terkandung di dalamnya tetap mendatangkan manfaat menyembuhkan penyakit kulit, dan suhu airnya dapat menjadi terapi tulang dan pelancaran peredaran darah.

SUMBER: WIKIPEDIA
Photo by Google

CANDI ASU

CANDI ASU

Candi Asu adalah nama sebuah candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di Desa Candi Pos, Kelurahan Sengi, kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Nama candi tersebut merupakan nama baru yang diberikan oleh masyarakat sekitarnya. Disebut Candi Asu karena dahulu di dekat candi tersebut terdapat banyak anjing.

Lokasi
Candi ini terletak di lereng Gunung Merapi di dekat pertemuan Sungai Pabelan dan Sungai Telingsing, kira-kira 10 km di sebelah timur laut dari Candi Ngawen. Di dekatnya juga terdapat 2 buah candi Hindu lainnya, yaitu Candi Pendem dan Candi Lumbung.

Arsitektur
Candi Asu menghadap ke barat. Candi ini berdenah bujur sangkar dengan panjang sisi 7,94 meter. Tinggi kaki candi 2,5 meter, tinggi tubuh candi 3,35 meter. Tinggi bagian atap candi tidak diketahui karena telah runtuh dan sebagian besar batu hilang. Dengan ukuran tersebut, candi ini termasuk candi kecil.
Di dekat Candi Asu telah diketemukan dua buah prasasti batu berbentuk tugu (lingga), yaitu prasasti Sri Manggala I (874 M) dan Sri Manggala II (874 M).
--------------------------------------------------------\\//------------------------------------------------------------------


Candi yang terletak di kaki Gunung Merapi, di Kecamatan Dukun Magelang ini memiliki panjang 7,5 meter. Sedangkan lebar candi hanya 8 meter. Saat ini, yang tersisa hanyalah bagian pondasi dan kaki candi dengan ketinggian 2,5 meter.
Di salah satu bagian candi terdapat bekas sumur sedalam 5 meter, dan anak tangga sebanyak 9 undakan. Salah satu tembok candi yang tersisa memiliki tinggi 3,5 meter. Pada bagian utara bangunan ini, terdapat relung.
Dari catatan sejarah, candi ini berdiri saat pemerintahan Prabu Hayuwangi Darmalih Salingsinga atau Rakai Hayuwangi pada abad VIII mendekati masa Hindu-Buddha. Awalnya, candi ini ditemukan seorang Belanda bernama de Plink.
Nama yang tersemat pada candi ini bukan tanpa arti. Nama Asu merupakan bahasa Jawa yang berarti Anjing. Asal-muasal nama Asu, ada dua versi. Versi pertama, Asu dari kata Ngaso. Ngaso di sini juga merupakan bahasa Jawa yang artinya istirahat. Menurut legenda, seorang raja yaitu Prabu Hayuwangi Darmalih Salingsinga atau Rakai Hayuwangi datang ke tempat ini untuk beristirahat. Maksud dari beristirahat adalah meninggal dan candi ini merupakan makam dari sang prabu.
Versi kedua, merupakan penjelasan dari keberadaan sumur di tengah bilik candi yang dipinggirnya terdapat Arca yang disebut Dewindani dalam bentuk asu atau anjing.

MITOS

Arca Dewindani merupakan contoh dari perilaku manusia yang hidup di dunia ini. Ia menggambarkan perempuan yang sudah berkeluarga tetapi sering serong sehingga diibaratkan anjing. Sebuah gambaran yang sangat hina dan kasar.
Masyarakat sekitar candi memiliki kepercayaan bahwa candi ini dipelihara oleh tokoh yang bernama Ki Budayana, Ki Panjaloka, dan Ki Panjalo. Kepercayaan ini masih dipegang teguh oleh mereka yang sudah berumur. Mereka yang datang ke candi ini, di larang keras membawa minyak gosok atau balsem. Karena, barang itu akan hilang. Tidak hanya itu saja, seluruh badan akan merasakan sengatan minyak gosok atau balsem yang dibawa tersebut.

LOKASI:

Candi Asu berada di Dusun Candi Pos, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Magelang, Jawa Tengah. Untuk mencapai lokasi ini, ada beberapa alternatif. Termudah dan tercepat adalah menggunakan kendaraan pribadi. Cukup mencari Kota Muntilan dan berbelok menuju ke Pasar Talun, sekitar 7 kilometer.
Begitu sampai di pasar tradisional terbesar di Kecamatan Dukun ini, melanjutkan ke Desa Sengi yang berjarak satu kilometer. Usai melintas ke Sungai Tlingsing akan menjumpai pertigaan di Pasar Sengi, ambil jalan yang lurus sekitar 100 meter, sampailah di Desa Sengi. Candi Asu berada di pinggir desa. Jika menumpang kendaraan umum hanya bisa sampai Pasar Talun, dari Kota Muntilan. Dari Pasar ini, dilanjutkan dengan naik ojek.
Sumber: WIKIPEDIA, JalanJogja.com
Photo by: googple.

Sasana Wiratama, Saksi Bisu Kegigihan Diponegoro

Sasana Wiratama, Saksi Bisu Kegigihan Diponegoro

Museum Sasana Wiratama adalah museum museum sekaligus monumen kediaman Pangeran ketika dikepung oleh pihak Belanda.


Pembangunan museum ini ditandai dengan pembina Rumpun Diponegoro menanam prasasti di dalam tanah bekas puri Pangeran Diponegoro, pada tanggal 5 Oktober 1968. Prasasti tersebut berbunyi Ngesti Paras Gapuraning Tunggal yang menunjukkan angka tahun 1968 M, serta mempunyai arti filsafat "untuk mencapai cita-cita yang indah dengan jalan tenar akan terjalin suatu persatuan". Pada tanggal 9 Agustus 1969 tahap pertama bangunan induk Monumen telah selesai dibangun dan diresmikan oleh Presiden Soeharto.
Koleksi
Koleksi-koleksi museum berjumlah sekitar 100 buah yang terdiri dari gamelan, bandil, tameng, keris dan sejumlah benda peninggalan Pangeran Diponegoro saat bertempat tinggal di rumah ini.
Salah satu kokeksi yang amat menarik adalah satu set furnitur yang menjadi saksi bisu perjuangan terakhir Pangeran Diponegoro ketika dijebak Belanda tanggal 25 Maret 1830 silam.
Pada saat perundingan yang berakhir penjebakan, ada empat orang yang duduk, Pangeran Diponegoro, Jenderal De Kock, Mayor Ajudan De Strure, dan Kapten Roes sebagai translator
Koleksi lain adalah jubah asli Pangeran DIponegoro yang dipakai saat perundingan tersebut juga disimpan dalam lemari kaca. Jubah dari kain Santung Tiongkok itu kini rapuh sehingga penyimpanannya pun hati-hati termasuk harus mengatur suhu di dalam lemari.
Selain satu set furnitur dan replika jubah, dipajang pula kitab Taqrib dengan isi tulisan Arab gundul. Konon katanya kitab itu merupakan pelajaran strategi yang diberikan kepada Pangeran Diponegoro dari gurunya.
Museum ini terletak di Jalan P. Diponegoro no 1 Magelang.
[disarikan dari wikipedia & detiknews]
---------------------------------------
Ingin tahu lebih banyak lagi seputar wisata dan kuliner di karesidenan Kedu? Ikuti terus fan page Wisata Kedu! Dijamin keren!
Salam hangat dari tanah Kedu!

Featured Post

Taraveela, Bisnis Besar dari Purworejo

Taraveela, Bisnis Besar dari Purworejo Taraveela adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Travel & Tour. Yang melayani pemb...